Cerita Hero Dota 2: Techies, Seni Adalah Ledakan

Techies adalah hero yang dulunya bisa menjadi defender (hero bertahan) untuk mengulur waktu hingga carry di tim menyelesaikan itemnya, dikarenakan skill-skill yang dimilikinya bisa membuat musuh was-was saat melewati suatu tempat.

Skillnya adalah skill jebakan dan peledak, di mana Techies bisa menanam banyak bom yang tidak akan terlihat kecuali musuh membawa Sentry Ward atau Gem of True Sight. Apalagi lawannya adalah kebanyakan hero jarak dekat, akan sulit untuk menghancurkan bom yang ditanam oleh Techies.

Tapi sekarang berubah saat update patch terbaru, dikarenakan skill-skill Techies yang dulunya bisa digunakan untuk bertahan dan memasang jebakan diganti dengan skill baru yang bisa membuat Techies lebih berguna dalam peperangan.

Skill Techies

Techies memiliki empat skill aktif dan satu ultimate skill, di mana salah satu skill aktifnya ia miliki sejak permainan dimulai.

1. Sticky Bomb

Skill Techies

Skill pertama dari Techies adalah Sticky Bomb. Techies melemparkan bomb yang akan mengikuti lawannya, di mana bom tersebut perlahan akan meledak dan memberikan damage juga efek slow kepada lawan yang terkena bom tersebut.

2. Reactive Tazer

Skill Techies

Skill kedua dari Techies adalah Reactive Tazer. Saat mengaktifkan skill ini, Techies mendapatkan bonus movement speed dan saat Reactive Tazer ini aktif, lawan yang berada dalam radius jangkauan skill ini akan terkena efek disarm. Reactive Tazer sangat cocok untuk melawan hero-hero carry seperti Phantom AssassinMonkey KingUrsa dan lainnya.

3. Blast Off!

Skill Techies

Skill ketiga dari Techies adalah Blast Off. Skill ini merupakan skill yang memiliki damage yang besar dan memberikan efek silence pada lawan. Skill Blast Off ini jugaberdampak pada Techies itu sendiri, dikarenakan saat menggunakan skill ini, Techies harus mengorbankan sebagian HP yang dimilikinya.

4. Minefield Sign

Skill Techies

Skill Minefield Sign adalah skill yang Techies miliki dari awal permainan. Skill ini hanya memberikan tanda untuk mengecoh lawan bahwa di tempat tersebut bisa saja tertanam sebuah bom. Saat mempunyai item Aghanim’s Scepter, Techies bisa benar-benar menyembunyikan bomnya di area Minefield Sign, meski lawan memiliki item true sight.

5. Proximity Mines

Skill Techies

Ultimate Skill dari Techies adalah Proximity Mines. Skill ini adalah satu-satunya bom tanam yang dimiliki Techies saat patch terbaru ini. Proximity Mines tidak dapat terdeteksi oleh true sight dan meledak dalam satu detik jika ada musuh yang berada area ledakannya

Skill ini cocok untuk menjebak hero-hero initiator dari berbagai kemungkinan lokasi tempat ia bersembunyi, contohnya Earthshaker. Juga menjebak hero dengan mobilitas dan bisa menghilang seperti Invoker.

Kisah Techies Dota 2

techies

Techies terdiri dari tiga orang dari ras Keen, ras manusia kerdil di dota yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, seperti Clockwerk, Alchemist, Sniper. Adapun tiga orang tersebut adalah Squee, Spleen dan Spoon.

Spleen adalah orang yang duduk di depan dan memantau ranjau mereka untuk memastikan apakah lokasinya sudah tepat dan mencari target lokasi selanjutnya.

Squee adalah orang yang mendorong gerobak, ia bertugas untuk mendorong gerobak, memastikan bom sudah tersedia dan siap untuk diletakan serta ditanam.

Spoon adalah orang yang bersembunyi di dalam tong/kendi, nanti saya akan menjelaskan kenapa Spoon bersembunyi di dalam tong/kendi.

Spleen, Squee dan Spoon menyebut diri mereka sebagai Techies Demolitions, suatu kelompok yang mempunyai hobi untuk membuat ledakan, seperti kata-kata Deidara dari serial Naruto “seni adalah ledakan”, mereka sepertinya menganut kepercayaan seperti itu.

Namun, mereka sendiri menganggap kelompok ini adalah suatu korporasi bisnis, meskipun tujuan utamanya bukanlah berbinis. Mereka lebih cenderung meneliti dan menciptakan suatu produk ledakan.

Mereka tentu saja tidak memperjualbelikannya, namun hanya untuk bersenang-senang.

Keinginan mereka untuk meledakan sesuatu, sama seperti nafsu makan Pudge, tidak ada batasnya. Semakin mereka membuat suatu ledakan, semakin mereka ingin menciptakan yang lebih besar lagi.

Akibat ulah mereka itu, dua kota sudah menjadi korbannya. Toterin Town dan Trapper Town, lenyap dari peradaban. Toterin Town hilang karena Land Mines mereka, sedangkan Trapper Town hancur karena Static Trap yang mereka buat.

Tentu saja tidak berhenti sampai di sini, mereka berpikir untuk menciptakan bom yang sangat dahsyat, memberikan damage yang lebih besar dan dapat dikendalikan dari jarak jauh. Dengan itulah Techies Demolitions melakukan uji coba di suatu kota.

Mereka membangun markas di kota tersebut dan mengembangkan bom jarak jauh mereka. Setelah melakukan berbagai percobaan, mereka pun mencobanya, entah bodoh atau terlalu pintar, mereka dengan sengaja memasang bom tersebut di markasnya sendiri. Markas tersebut dipenuhi oleh bom jarak jauh mereka dan siap untuk diledakan.

Ammonium nitrate, fulminated mercury, what’re we missing?

Jalan pikiran ilmuwan terkadang memang absurd ya. Dengan senangnya Spleen menekan tombol pada remote control tersebut.

What’s this button do?

Sayangnya tidak terjadi apapun. Spleen yang masih penasaran menekan-nekan tombol tersebut berulang kali, hingga akhirnya sesuatu terjadi. BOOM! Markas mereka hancur dikarenakan bom jarak jauh tersebut.

Squee dan Spleen dengan terkejut melihat markas mereka dan kota lenyap menyisakan lubang besar.

How much powder’d you pack into that one?

Uh.. most of it!

Mereka saling bertatapan, tanpa merasa bersalah sedikitpun, malah mereka tertawa puas melihatnya. Bahkan saat itu, mereka terlambat menyadari bahwa sahabatnya tidak ada di sana, Spoon tidak bersama mereka.

Saat itu mereka berpikir bahwa Spoon telah tewas dan ikut lenyap bersama kota yang mereka hancurkan itu. Tapi hal seperti itu tidak menghentikan mereka untuk terus berkarya, mereka bahkan memikirkan untuk menciptakan ledakan yang lebih besar lagi.

You died for science!

Dari cerita tersebut, kita juga mengetahui bahwa Squee dan Spleen mengira kalau Spoon sudah tewas. Padahal, Spoon yang pada saat itu sedang bersembunyi di balik kendi dan tanpa sengaja tetap bersama mereka kemanapun mereka pergi.

They call me Squee! They call me Spleen! They don’t know i’m here. Who said that?

Everybody make it back?, I think so

Who keeps talking?

Spoon was in the workshop when it exploded, right? I think so. No i wasn’t

You know, sometimes i can still hear his voice

Double damage! But there’s three of us

This one is in the barrel!

Just me in here. Can i come out now?

Entah sampai kapan Spoon berniat untuk bersembunyi dan entah sampai kapan Spleen dan Squee menyadari kalau Spoon berada dalam kendi yang mereka bawa.

keen

Respon Techies dengan hero lainnya tidak begitu banyak, sebagian hanya mengarah kepada yang satu jenis dengannya, misalnya seperti Tinker. Di mana Techies penasaran dengan sains apa yang dipelajari dan diteliti oleh Tinker.

What kind of science was that? Where’re the explosions?

Juga Gyrocopter, di mana Techies memberikan saran untuk Gyrocopter menanamkan peledaknya.

Sorry Gyro! Next time try planting your explosives

Atau Alchemist yang membuat Techies penasaran karena dikabarkan Alchemist dapat membuat peledak yang bisa meledakan gunung.

Sekian kisah dari Techies yang merupakan gabungan dari tiga orang dari ras Keen, yaitu Squee, Spleen dan Spoon.

Leave a Comment