Cerita Hero Dota 2: Sven, Ksatria Berdarah Campuran

Menyambung kisah Meranths yang sudah pernah saya bahas, sekarang saya akan bahas hero yang berdarah campuran dari Meranths dan manusia, yaitu Sven. Sven merupakan hero STR yang biasa dimainkan pada posisi carry.

Sven menjadi carry yang cocok disaat tim membutuhkan garda depan sekaligus burst damage, dikarenakan Sven memiliki HP yang cukup besar dan damage yang besar pula. Sebelum masuk ke ceritanya, saya akan bahas skill-skill yang dimiliki oleh Sven.

Skill Sven

Sven memiliki dua skill aktif, satu skill pasif dan satu ultimate skill. Dengan skill pasif Sven ini, ia mampu menjadi hero dengan kemampuan farming yang cepat.

1. Storm Hammer

Skill Sven

Skill pertamanya adalah Storm Hammer. Sven menggunakan sarung tangan besi yang ia ambil dari sekolah ayahnya dulu untuk memberikan serangan kepada lawannya. Hal ini membuat lawannya terstun dan bahkan damage musuh lain disekitar target.

2. Great Cleave

Skill Sven

Yang kedua yaitu Great Cleave, kemampuan ini Sven dapatkan dari sebuah pedang keramat yang ia ambil. Ada alasan kenapa pedang ini dikatakan keramat, tentu karena kekuatannya yang mampu menyerang musuh secara area. Saat musuh berkumpul dan terkena skill disable area dari hero seperti Enigma atau Earthshaker, tamat sudah riwayat mereka.

3. Warcry

Skill Sven

Yang ketiga yaitu Warcry, meskipun Sven tidak sepenuhnya mempercayai isi dari kode etik kesatria, namun ia juga tidak memungkiri kalau ada beberapa kalimat yang mampu membuatnya bersemangat. Dengan skill ini, Sven mampu memberikan tambahan movement speed dan armor untuk Sven sendiri dan rekan tim yang berada disekitarnya.

4. God’s Strenght

Skill Sven

Ultimate skillnya adalah God’s Strength. Kekuatan dewa yang membuat Sven mampu melipat gandakan kekuatannya. Skill ini memberikan Sven tambahan damage (berdasarkan base damage) sampai dua kali lipat selama Sven berada dalam durasi God’s Strength ini.

Kisah Sven Dota 2

Siapa Sven itu sebenarnya? Dalam kisah Meranths yang dibahas sebelumnya, saya sempat menyinggung sedikit kisah Sven. Ibunya adalah seorang Meranths dan ayahnya adalah seorang manusia. Bisa dibilang Sven berdarah campuran, setengah Meranths dan setengah manusia.

Ibunya disebut dengan Palit Meranths yang artinya adalah Meranths pucat. Ini bukan merupakan salah satu jenis Meranths ya, tetapi kulit pucatnya dikarenakan ibunda Sven menderita sebuah penyakit. Ketika sang ibunya jatuh cinta dan menikahi seorang manusia, yang tak lain adalah ayah Sven itu sendiri, ia dibuang dari kaum Meranths. Sang ayah yang seorang kesatria pun dieksekusi ketika ia memilih untuk menikahi seorang Meranths. Karena hal ini dianggap telah melanggar kode etik kesatria.

Sven lahir dan tumbuh dilingkungan di mana ia dikucilkan baik dari bangsa Meranths maupun bangsa manusia. Sepanjang masa kecilnya dihabiskan untuk mengurus ibunya yang sakit-sakitan hingga akhirnya Sven hanya sebatang kara.

Vigil Knight adalah sebuah jajaran kesatria yang mentaati sebuah kode etik yang dituliskan dalam sebuah kitab bernama Vigil Codex. Tidak disebutkan isi dari kitab tersebut, kemungkinan di dalamnya menuliskan aturan-aturan dan arahan bagi para kesatria. Mereka bermarkas disebuah tempat bernama Vigil Keep. Di mana mereka menyimpan berbagai pusaka penting di sana, di antaranya adalah Outcast Blade, Sacred Helm, bahkan kitab Vigil Codex itu sendiri.

Tak jauh dari Vigil Keep terdapat sebuah tempat rahasia Bernama The Inner Colonnade yang menyimpan peninggalan lainnya yang tak lain adalah Holy Flame. Vigil Knight memiliki simbolnya sendiri, itu bisa dilihat dari item immortal Sven. Dalam Vigil Knight dibagi lagi dalam beberapa fraksi

Yang pertama yaitu Flameguard, fraksi ini bertugas untuk menjaga The Inner Colonnade yang memastikan Holy Flame tetap aman. Yang kedua adalah Mono Militis, ini adalah sekelompok kesatria yang bertugas untuk memburu siapapun yang tidak mematuhi The Vigil Codex. Sedangkan Chiseled Guard merupakan sekelompok kesatria yang telah lama hilang dan tidak diketahui penyebabnya.

Namun, Sven dapat menemukan sisa-sisa armor dari kelompok itu dan menggunakannya.

Selain itu ada sebuah kelompok yang dinamakan The Lost Vigil. Di mana ini merupakan kelompok yang menghilang secara misterius saat sedang berpatroli. Konon katanya, mereka terbawa arus dan tenggelam dilautan. Beberapa lainnya percaya kalau mereka mungkin terdampar di Ashkavor, sebuah gunung yang berada di dekat Fellstrath

Setelah ibunya meninggal dan membuatnya menjadi yatim piatu, Sven memutuskan untuk bergabung dan belajar ditempat di mana ayahnya pernah belajar. Dengan menyembunyikan identitasnya, serta menggunakan helmet yang bentuknya mungkin menyesuaikan dengan sosoknya yang setengah Meranths itu, Sven akhirnya bergabung dengan The Vigil Knight.

Sejak ia ditinggal, Sven tidak lagi mempercayai bahwa kehormatan didapatkan dari perintah sosial, melainkan didapatkan dari diri sendiri. Setelah 13 tahun lamanya ia belajardan bergabung dalam The Vigil Knight, ia berhasil menguasai The Vigil Codex yang dimana isinya menyebutkan bahwa keberadaannya adalah sebuah aib. Namun, karena Sven menyembunyikan identitasnyadan tidak ada yang menyadarinyamaka ia pun akhirnya sampai di masa di mana ia akan dinobatkan secara resmi sebagai The Vigil Knight.

Saat itulah Sven membalaskan dendamnya. Tapat dihari pelantikan itu, Sven menghancurkan seluruh Vigil Knight, merebut semua benda pusakanya dan bahkan membakar habis Vigil Codex kedalam The Holy Flame.

There’s enough chaos in this world already

I will crush my foe as I crushed the Vigil Knights

Ia tidak akan lagi tunduk kepada siapapun, baginya kehormatan tidak didapatkan dari bagaimana pandangan orang-orang tetapi kehormatan didapatkan dari pribadi masing-maisng. Kini Sven hanya mengahabiskan hidupnya dengan berkelana, mendapatkan uang dari pekerjaan frilance nya sebagai ahli pedang. Meskipun ia tidak sempat dilantik, apakah Sven adalah kesatria? Iya dia adalah kesatria pengembara, kesatria untuk dirinya sendiri.

Bitter the orphan’s journey and lonely the orphan’s grave

Dalam mebahas hubungan Sven dengan hero lainnya, saya sudah pernah bahas di cerita-cerita lore sebelumnya. Misalnya bagaimana Crystal Maiden terlihat sangat mengagumi Sven dan mencoba ingin mendekatinya. Sayangnya, hidup Sven terlalu keras untuk mengenal apa aitu cinta.

That’s a lovely shade of blue, Sven

Has anyone seen Sven around?

Atau kepada Juggernaut yang ternyata mereka pernah terlibat dalam suatu pertarungan. Mungkin seperti sparing atau mungkin juga Sven mendapatkan suatu pekerjaan yang secara tidak sengaja membuatnya berhadapan dengan Juggernaut. Dalam pertarungan itu, topeng milik Juggernaut terbelah membuat roh leluhur beserta naga yang menjaga topeng itu merasuki Juggernaut.

Hal ini menjadikan Sven salah satu atau mungkin satu-satunya yang melihat wajah Juggernaut dari balik topeng. Jika kita anggap Lanaya (Templar Assassin) tidak pernah melihatnya.

Had I a face like your, I too would wear such a mask

Namun hal ini dianggap menjadi suatu hal yang baik, karena Juggernaut mendapatkan kekuatan tambahan.

Sven, thank you for using the Adjudicator’s Blade to awaken us

We are in your debt Sven, we won’t forget this

Tragis ya kisah dari Sven ini. Rasa marah, kecewa dan sedihnya membuatnya merencanakan pembalasan dendam selama 13 tahun lamanya. Ini akan menjadi pelajaran yang bagus pada masa kini, di mana kita lebih sering menjudge seseorang berdasarkan atas apa yang baik dan buruk menurut diri kita, sedangkan belum tentu itu adalah hal yang benar.

Jadi, kalian jangan judge orang lain tanpa mengetahui kejadian yang sebenarnya dan apa yang sudah mereka lalui dalam hidupnya. Tetap tebarkan sikap toleransi dan kasih sayang.

Leave a Comment