Cerita Hero Dota 2: Pudge, Hidup untuk Makan

Sekarang kita akan membahas kisah dari hero yang ikonik saat The International, ialah Pudge. Menjadi hero yang ikonik saat turnamen tahunan terbesar dalam Dota 2 tidaklah mudah, semua berkat pro player yang bernama Dendi.

Saat itu, Dendi dan timnya berada dalam posisi yang tidak menguntungkan dalam permainan, akan tetapi hal tersebut berubah saat kombinasi antara Pudge dan Chen, yaitu Fountain Hook, membuat keadaan menjadi terbalik.

Pudge merupakan hero STR yang tentunya memiliki jumlah HP lebih besar dibandingkan hero dengan tipe lainnya. Apalagi ditambah dengan skill pasif yang dimilikinya, Pudge akan bertambah kuat seiring berjalannya permainan.

Ia bisa dimainkan sebagai support, terkadang ada juga yang memainkannya di mid lane, semua tergantung strategi dan kebutuhan tim.

Skill Pudge

Pudge memiliki dua skill aktif, satu skill pasif dan satu ultimate skill. Dengan skill-skillnya ini, Pudge bisa menjadi ganker yang hebat jika di tangan player yang tepat.

1. Meat Hook

Skill Pudge

Skill pertama dari Pudge adalah Meat Hook. Pudge melemparkan pengait daging ke arah lawannya dan lawan yang terkena hook tersebut akan tertarik ke arah Pudge. Dengan skill ini, Pudge bisa menculik lawan-lawannya untuk digank.

2. Rot

Skill Pudge

Skill kedua dari Pudge adalah Rot. Pudge mengeluarkan bau busuk yang beracun dari tubuhnya yang dapat memberikan damage kepada lawan, juga memperlambat gerakan dari lawan. Saat mengaktifkan skill ini, sebagai gantinya HP dari Pudge ikut terkuras juga.

3. Flesh Heap

Skill Pudge

Skill ketiga dari Pudge adalah skill aktif yang sekaligus skill pasif, yaitu Flesh Heap. Dengan skill ini, Pudge bisa mengurangi damage yang diterima dan juga membuatnya bertambah kuat seiring berjalannya permainan.

4. Dismember

Skill Pudge

Skill ultimate dari Pudge adalah Dismember. Pudge mencincang lawannya yang memberikan efek stun, mengurangi HP lawan dan mengembalikan HP Pudge yang hilang. Skill ini sangat cocok digabungkan dengan Meat Hook yang mengenai lawan.

Kisah Pudge Dota 2

Disamping penampilannya yang menyeramkan, Pudge menjadi salah satu hero populer saat perilisannya. Saking populernya, ia sampai memiliki kloningan di berbagai game MOBA lainnya, mulai dari desain karakter hingga skill yang dimilikinya. Bagaimanakah kisah Pudge di Dota 2 ini?

Pudge tidak memiliki nama, Pudge sendiri menjadi julukannya semenjak ia diciptakan. Pudge sempat memiliki keluarga, namun tidak sedarah. Mungkin lebih ke sesuatu yang ia anggap seperti keluarga. Ini dibuktikan dari responnya.

Lots of folks is curious about my family. I tell you once and once only! Don’t ask about my family

Apakah ia dilahirkan? Apakah ia manusia? Jawabannya tidak. Pudge merupakan mahluk yang dibangkitkan dari kematiannya. Mungkin dulunya ia manusia, namun sekarang tidak lagi. Ia sangat menyukai daging, terutama daging mentah.

Pudge merupakan seorang kanibal yang tidak segan-segan membantai orang untuk memakannya. Bahkan dari item legendarisnya, Dragonclaw Hook, dikabarkan Pudge sempat menghabisi seekor naga untuk memuaskan kerakusannya.

Keinginannya untuk terus memakan daging, menggiringnya ke berbagai tempat, bahkan sampai ke The War of the Ancients ini. Tujuannya tidak lain adalah untuk memakan hero yang tumbang di peperangan tersebut.

Sebagai seorang mahluk yang tidak dilahirkan atau mahluk yang tidak hidup sepenuhnya, Pudge tidak dapat tidur dan tidak dapat merasakan sakit.

I don’t sleep. So… pain… What’s that like, eh?

Pada masanya, Pudge juga pernah melayani Raja Brandalon sebagai tukang daging kerajaan. Pudge merasa cukup bangga dengan hal itu, karena itu ia senang disebut sebagai The Butcher. Itulah sebabnya Pudge memiliki sebutan Pudge the Butcher.

Mengenai cerita Pudge sendiri, saya mendapatkan sebuah cerita mengenai asal-usul Pudge. Keakuratannya belum dapat dipastikan, mungkin ini rangkaian cerita dari Warcraft atau Dota sebelumnya. Namun, menurut saya ini cukup menarik untuk diceritakan.

Dikisahkan dahulu ada seorang Necromancer yang terobsesi dengan orang yang telah mati. Necromancer ini mempelajari suatu sihir yang bisa membangkitkan mayat dan menjadikannya prajurit.

Sang Necromancer ini mengumpulkan banyak mayat dan ia berhasil menciptakan ratusan pasukan dari mayat yang dikumpulkannya. Namun sepertinya sang Necromancer ini tidak puas, ia membutuhkan satu mayat hidup yang kuat dan dapat menjadi pimpinan dari mayat-mayat hidup yang ia ciptakan.

Dengan keserakahannya itu, ia berkelana hingga tibalah di sebuah tempat yang bernama Endless Carnage, tempat yang sangat terkutuk di mana peperangan terjadi di sana. Semua mayat yang mati di sana, tidak dapat membusuk meski sudah bertahun-tahun lamanya.

Di sanalah sang Necromancer mengumpulkan potongan-potongan dari mayat yang menurutnya bagus untuk disusun menjadi sebuah mahluk yang utuh. Itulah mengapa sosok Pudge begitu gempal dan memiliki banyak jahitan di tubuhnya.

Karena Pudge sendiri merupakan kumpulan dari banyak potongan mayat yang dijadikan satu dan dibangkitkan. Sayangnya kemauan sang Necromancer tidak berjalan mulus, saat Pudge berhasil dibangkitkan, karena saking sempurnanya ia memiliki akal dan kemauannya sendiri.

Disaat itulah Pudge tidak patuh terhadap penciptanya, ia berhianat kemudian mencincang dan memakan sang Necromancer. Dari kisah tersebut kita mengetahui bahwa Pudge bukanlah manusia, ia adalah mahluk yang diciptakan dari susunan mayat di Endless Carnage.

Sekarang kita akan membahas tentang tempat terciptanya Pudge, Endless Carnage. Endless Carnage adalah sebuah tempat terkutuk di mana mayat tidak dapat membusuk. Lokasi Endless Carnage ini terletak di selatan Quoidge.

Di tempat tersebut, ada beberapa mahluk yang tinggal di sana. Dikabarkan mahluk di sana memiliki pride, memiliki kecerdasan dan memiliki budayanya sendiri, yang berarti masih ada mahluk waras yang tinggal di sana.

Pada masa itu, terdapat aliran kepercayaan yang bernama Rumusque. The Cathedral of Rumusque adalah tempat mereka berdoa dan Rumusque Faithful adalah kelompok religius yang mendiami katedral itu.

Ajaran mereka adalah tentang melawan kematian dan pembusukan. Di sini mereka melayani suatu entitas atau suatu tujuan tertentu, dan dipastikan mereka menyebarkan sesuatu yang suci. Mereka menjanjikan kesucian dan memberikan hadiah jika ada yang mau menerima ajaran mereka.

Sampai masa sekarang, kitab-kitab atau tulisan-tulisan dari kaum mereka tidak ditemukan. Dengan ajaran dari Rumusque, tentu saja musuh utama mereka adalah sang Death God atau Dewa Kematian.

Mereka memerangi Dewa Kematian itu dan mencegahnya menyebarkan virus kematian serta membangkitkan pasukan mayat hidup.

Untuk melakukan ini, mereka menargetkan The Field of Endless Carnage, tempat yang paling terkutuk dan tempat yang berbau kematian untuk disucikan.

Masa-masa pensucian itu sangat epik dan terkenal, karena pada akhirnya mereka berhasil untuk mensucikan tempat tersebut. Sayangnya mereka melupakan Pudge yang saat itu tidak di sana, sehingga ia masih bertahan hidup sampai sekarang.

necrophos

Namun sempat terjadi wabah yang menyerang katedral, hingga membuat hampir seluruh penghuninya binasa, hanya menyisakan beberapa saja. Salah satunya adalah Necrophos. Ia yang pada saat itu selamat dan terkunci disebuah ruangan dalam katedral itu, membuatnya menjadi sosok yang seperti sekarang ini.

arcana pudge

Membahas Pudge tidak lengkap rasanya jika tidak membahas Arcananya, Feast of Abscession. Dikabarkan rantai yang menyatu dengan tubuhnya tersebut, dahulu adalah sebuah alat suci untuk menyerang kejahatan.

Pimpinan tertinggi sebelumnya dari Cathedral of Rumusque, menciptakan rantai tersebut untuk mengikat pelayan terkuat Death God, yaitu Undying, the Almighty Dirge. Namun, ternyata Undying berhasil merusaknya, sehingga membuat rantai tersebut terpengaruh kekuatan Death God.

undying

Rantai yang seharusnya menyerang Death God dan melindungi katedral, justru melakukan hal sebaliknya. Pudge saat menemukan rantai tersebut pun terlihat tidak baik-baik saja, ia diserang oleh rantai itu.

Namun, pada akhirnya rantai tersebut dapat dikendalikan oleh Pudge dan menyatu dengan dirinya. Pudge sepertinya menyukai rantai itu, sepertinya rantai tersebut mempunyai jalan pikirannya sendiri dan cukup sejalan dengan keinginan Pudge.

Down, through a great tear in the earth i went”

Something else already found what i sniffed. Like it already found everything else in that place

It’s flying about with no one throwing ‘em. Stinking of death, thinkin’ they can kill me?

Seperti bagaimana rantai itu membenci dewa dan juga rasa ingin membunuhnya seperti musuh bebuyutan Death God, seperti Anti-Mage.

Careful near my chain, Zeus. They don’t much like gods

Hm hm hm hm chains just got a bit twitchy

Sorry Anti-Mage, i have a… I’ve an urge to eat you right now

Meskipun Death God sampai saat ini masih berusaha membujuk Pudge dengan memberikannya daging untuk mengembalikan rantai itu, namun ia tidak tertarik.

He can send all the meat he likes. I’m not giving them back. But i like the company

Bersama dengan rantai itu, Pudge sampai pernah memakan anak buah dari Underlord dan kaum Pangolier.

I knew a worshipper of yours once. Tasty fella, i ate a Gallant once. Said his friends’d come for me. I haven’t heard from’em

Selain itu, dikarenakan rantai tersebut memiliki akal dan kemauannya sendiri, Pudge terkadang berpikir apakah suatu saat rantai tersebut akan mengendalikannya? Sepertinya ia merasa sedikit khawatir.

So Lion, uh… Does the finger ever try to take control and… you only barely manage to keep it from consuming your entire life force? Asking for a friend

persona

Jika kita sudah membahas Arcana Pudge, tentu kita tidak melewatkan Persona dari Pudge yang tentu memiliki kisahnya sendiri. The Toy Butcher, sesosok boneka yang menyerupai Pudge yang hidup, membawa gunting dan kail tajam di tangannya.

Hi, i’m Pudge. Wanna play?

Dalam kisah boneka ini, dikabarkan The Toy Butcher ini diciptakan oleh seorang anak perempuan yang terlantar sendirian dari keluarganya. Keadaannya yang lemah, mengharuskannya tidak dapat bermain dan berdiam diri di rumah.

Anak itu mendengar sebuah cerita tentang Pudge yang jauh di luar sana. Entah kenapa anak itu tertarik dengan sosok Pudge, ia pun menyiapkan sebuah boneka yang mirip dengan Pudge dan berharap boneka itu menjadi temannya.

Ia menambahkan sebagian atau potongan tubuh Pudge ke dalam boneka tersebut. Itulah sebabnya kenapa boneka tersebut dapat berbicara, berpikir, bahkan membunuh. Jika Anda mendengarkan respon-respon The Toy Butcher ini kepada hero lain, Anda akan menyadari bahwa ia hanya ingin bermain dan memiliki peliharaan.

I always wanted a pet bug

I always wanted a pet fish

I always wanted a pet pirate

I always wanted a pet demon

I always wanted a pet fairy

I always wanted a pet whatever you are

Selain menjadikan siapapun dan apapun korbannya sebagai peliharaan, ia juga ingin menjadikan siapapun sebagai mainan barunya.

All this fur will come in handy

Oh, these quills will do nicely

If only i could figure out how to harvest this thread

Glue’s a really important part of my process, Centaur. So thanks

Sebenarnya dari respon-respon boneka Pudge ini terdengar sangat normal dan kekanak-kanakan sekali, bahkan ia memiliki simpati terhadap hero-hero yang memiliki masa kecil tragis.

You must have a messed up childhood. I know a lonely child when i see one, Anti-Mage! Come here. I overcame a traumatic birth, too. Sorry i had to kill you

Everyone needs a friend sometimes, Mortred. Especially you lonely assassin types

Spekulasi menarik lainnya adalah, kemungkinan Pudge menjadi kunci hilangnya Isle of Masks, tempat kelahiran Yurnero sang Juggernaut.

So what happened to the Isle of Masks anyway? Did someone take their mask off?

Dari respon tersebut, kemungkinan Pudge menduga bahwa hilangnya Isle of Masks karena ada seseorang melanggar budaya mereka dengan melepas topengnya.

Apakah orang tersebut adalah Juggernaut? Apakah itu penyebab Templar Assassin (Lanaya) memutuskannya?

Ditambah responnya kepada Vengeful Spirit yang sepertinya mengisyaratkan kemungkinan bahwa, adik dari Vengeful Spirit ini bisa menjadi hero dalam Dota 2.

I bet your sister was a real brat growing up, eh Venge?

Tiap tipe Pudge (Basic Pudge, Arcana Pudge, Persona Pudge) memiliki respon terhadap hero-hero lain dari sudut pandang yang berbeda-beda.

Misalnya Basic Pudge, responnya cenderung ke arah daging, entah bagaimana rasa daging itu, daging seperti apa yang ia sukai, sampai hero mana yang ingin ia makan karena terlihat lezat.

Sedangkan untuk Arcana Pudge, responnya menitik beratkan pada perasaan si rantai. Di mana dikabarkan ia membenci hal-hal yang suci, termasuk dewa. Maka dari itu, sudah pasti ia membenci Zeus.

Rantai tersebut juga membenci Rubick, mungkin dikarenakan Rubick merupakan saingan terbesarnya mengingat Pudge dan Rubick merupakan finalis dalam perebutan Arcana dan akhirnya dimenangkan oleh Pudge.

I come out on top, Rubick. Get used to it

People call me a cheat? You’re the one with a history of stealing

Pretend all you want. You haven’t liked me from then on

Rubick? Ah ha ha ha ha!

Pudge juga sepertinya cukup akrab dengan Necrophos. Kemungkinan ini menjadi artikel kisah hero Dota 2 yang terpanjang. Bagaimana menurut kalian cerita tentang Pudge ini?

Leave a Comment