Cerita Hero Dota 2: Kunkka Sang Admiral

Pada artikel kali ini saya akan melanjutkan kisah dari Meranths. Setelah mendengarkan ironisnya kisah Sven sang ksatria pengembara yang tidak diterima di antara kedua dunia yang berbeda, kali ini saya akan bahas kisah yang tidak kalah menyedihkannya, dia adalah Kunkka.

Kunkka adalah hero STR yang bisa dimainkan di mid lane, offlane ataupun support. Ia bisa membersihkan Creeps wave dengan cepat, sangat cocok untuk memenangkan lane lalu melakukan rotasi untuk ganking.

Skill Kunkka

Seperti biasa, jangan bosan-bosan ya untuk membaca penjelasan singkat tentang skill apa aja yang dimiliki oleh Kunkka. Semua skill Kunkka merupakan skill aktif.

1. Torrent

Skill Kunkka

Yang pertama yaitu Torrent, kemampuan Kunkka dalam mengendalikan ombak didapatkannya dengan perjuangan keras dan pengorbanan besar. Kemampuan ini digunakan untuk memberikan semburan air ke arah lawan dan membuatnya ter-stun.

2. Tidebringer

Skill Kunkka

Yang kedua adalah Tidebringer, dengan kekuatan leluhur yang dipercayakan kepadanya, pedang Kunkka mampu memberikan serangan yang besar kepada lawan. Skill ini akan memberikan Kunkka damage area tanpa membutuhkan mana hanya dengan cooldown saja.

3. X Marks The Spot

Skill Kunkka

Skill ketiganya adalah X Marks The Spot, skill ini menjadi iconic seperti bagaimana layaknya seorang pelaut mencari harta karun dan ditandai dengan lambang X. Karena tujuan utama seorang Admiral hanyalah berpetualang menaklukan lautan.

4. Ghostship

Skill Kunkka

Ultimate skill nya adalah Ghostship, Ultimate ini didapatkan Kunkka sama sulitnya dengan skill pertamanya. Ada kisah dibalik kemampuan Ultimate Kunkka ini. dengan kemampuan untuk memanggil kembali kapal miliknya yang telah karam Kunkka mampu men-damage lawannya dengan reruntuhan kapal ini.

Itu dia skill yang dimiliki oleh Kunkka, sekarang kita langsung lanjut ke ceritanya.

Kisah Kunkka Dota 2

Kunkka adalah seorang admiral, yang artinya ia adalah seorang laksamana laut. Kisahnya dimulai pada sebuah tempat yang bernama Cladd. Pulau yang dihuni oleh armada dan para pelaut yang terkenal dengan kehebatannya dan pengalaman mereka menjelajahi lautan.

Tradisi di pulau tersebut adalah dengan melatih dirinya menjadi seorang penjelajah laut dan menaklukkan ganasnya lautan itu sendiri. Tak jarang bagi rakyat Cladd untuk mengarungi lautan hanya demi memuaskan keingintahuan mereka terhadap laut atau memperluas wilayah mereka. Semasa mudanya, Kunkka dikenal sebagai anak yang berbakat.

Walaupun ia tumbuh sebagai seorang angkatan laut muda, ia terus mengasah kemampuannya. Ia gemar berburu hiu, bahkan ketika dewasa kemampuan berburu hiunya semakin hebat dan ia mampu membunuh hiu besar seorang diri.

Walaupun dikenal dengan armada dan pelautnya yang hebat, namun rakyat Cladd memiliki sekelompok yang dihormati, yaitu para penyihir. Mereka memiliki penyihir tersendiri yang mungkin kedudukannya sudah seperti pimpinan di tempat itu. Para penyihir akan memutuskan wilayah yang akan dijelajahi, bagaimana caranya dan apa yang harus dicapai kepada para admiral.

Kunkka merupakan salah satu atau mungkin satu-satunya yang dipercaya oleh para penyihir Cladd. Tak jarang kunka akan menjelajahi lautan dan mengalahkan beberapa penjelajah laut lainnya dengan arahan dari para penyihir Cladd.

Cladd memiliki angkatan laut yang dinamai oleh Claddish Navy, mereka merupakan jajaran para pelaut yang sudah berpengalaman, hebat dan Kunkka menjadi salah satu anggotanya. Kehidupan mereka sebagai pelarut benar-benar terasa ideal hingga suatu bencana terjadi. Tanpa disadari, ternyata ilmu atau mantra-mantra yang selama ini diucapkan oleh para penyihir Cladd telah membangunkan para iblis, yaitu The Demon of Cataract.

Apakah Cataract itu? Pada saat pertarungannya melawan iblis, Kunkka sempat melihat sebuah tulisan pada kapal milik para iblis itu dengan tulisan Cataract. Mungkin itu adalah suatu tempat di dekat Cladd yang dihuni oleh para iblis.

Kunkka pun diutus untuk melindungi Cladd dan bertarung melawan para iblis, dari sinilah mimpi buruk Kunkka dimulai. Satu persatu wilayah Cladd telah dikuasai oleh para iblis meski Kunkka sudah mengerahkan seluruh kemampuannya namun pasukan iblis itu tidak ada habisnya.

Pertarungan mereka berjalan sangat lama, menghabiskan banyak tenaga, wilayah dan waktu. Salah satu peperangan mereka terjadi di The Trembling Isle. Di mana itu merupakan salah satu wilayah dari Cladd yang kini sudah menjadi medan perang.

Kunkka sudah mengalami dua peperangan di tempat ini, peperangan pertama dimenangkannya dengan hasil sebuah set item yang konon kabarnya harusnya ini akan menjadi set item langka dengan efek teleport. Namun entah sepertinya Valve mengurungkan niat itu.

Pertarungannya dengan pasukan iblis ini adalah pertarungannya yang kedua di The Trembling Isle. Ketika hampir seluruh pasukannya tumbang dan dirinya mulai kelelahan, Kunkka pasrah dan mengakui bahwa mungkin ini akan jadi pertarungan terakhirnya.

Namun para penyihir sepertinya tidak tinggal diam, karena bagaimanapun mereka sudah bertanggung jawab secara tidak langsung memanggil para iblis itu ke wilayah mereka. Dengan perasaan bersalah, para penyihir melakukan suatu ritual dengan mengorbankan nyawa mereka untuk memberikan Kunkka kekuatan.

Kekuatan yang cukup besar untuk membangkitkan kembali pasukan-pasukan Kunkka yang sudah tewas serta memberikan kekuatan pada pedang Kunkka. Dengan adanya kekuatan yang baru, Kunkka mampu merasakan bahwa kekuatan ini mampu mengalahkan para di The Demon of Cataract.

Ketika para iblis hampir dipukul mundur dan Kunkka hampir memenangkan pertarungannya, lagi-lagi suatu bencana terjadi. Lautan yang sudah lama tertidur itupun terkejut merasakan kekuatan yang begitu besar dari permukaan. Seketika lautan itu bergejolak baik Kunkka maupun para iblis akhirnya harus berhadapan dengan dewa laut Maelrawn.

Tepat sebelum Kunkka berhasil memukul mundur para iblis, tiba-tiba langit menjadi gelap, angin berhembus sangat kencang dan ombak mulai meninggi. Sekejap tentakel tentakel besar mulai muncul dari dasar laut dan mulai menghancurkan kapal Kunkka dan para iblis itu.

Raungan dari Maelrawn merupakan sebuah tanda bahwa pertempuran mereka telah berakhir. Bagi pasukan Cladd maupun iblis Cataract tidak ada satupun yang dapat bertahan hidup setelah merasakan amarah Maelrawn.

Sebuah perang yang dimulai karena sihir telah berakhir ditangan seorang dewa. Beruntungnya Kunkka berhasil bertahan dan dirinya terdampar pada suatu pulau yang dihuni oleh para kaum keen, yaitu Keen Isle.

Meskipun banyak yang masih meragukan Apakah Kunkka masih hidup ataukah hanya sebuah arwah yang abadi berkat kekuatan dari para penyihir, konon kabarnya Kunkka menjadi hidup abadi bersama dengan kapal terakhirnya yang akan mampu merefleksikan kejadian hancurnya kapal itu berulang kali selamanya.

Di pulau Keen ini ia pun sempat membentuk armada baru dengan bangsa Keen sebagai anggotanya. Ia mendidik bangsa Keen untuk dapat menjadi pelaut. Ia juga meminta mereka untuk membuatkannya sebuah pedang dari bagian iblis yang ikut terdampar bersamanya.

Para bangsa Keen disana juga sepertinya cukup menghormatinya, mereka bahkan mempercayai Kunkka dengan kunci utama di pulau itu. Bahkan, kini Kunkka sudah mendapatkan kapal barunya yang bernama Mighty Leviathan. Di mana di dalamnya dikatakan menyimpan banyak sekali harta karun dan hanya Kunkka satu-satunya yang memiliki kuncinya. Kunkka berharap suatu saat nanti ya akan dapat membangkitkan kejayaan Cladd dengan kedua tangannya sendiri.

I’ll avenge myself

A man never steps into the same sea twice

Selain hubungan Kunkka dengan musuh bebuyutannya, Ia juga ternyata memiliki suatu hubungan dengan seorang tuan putri dari Isle of Song yang tidak diketahui siapa namanya. Entah bagaimana bisa hubungan mereka berakhir, ataukah Kunkka memang memutuskan untuk tidak ingin membahayakan siapapun dalam petualangannya.

Namun, dikabarkan mereka telah berpisah dan sebagai tanda perpisahan Kunkka diberikan satu item yaitu Commodore’s Sash. Tentu saja hubungan yang paling iconic adalah antara Kunkka dengan Tidehunter.

Selain pada kisah Meranths, sudah dijelaskan mengapa Tidehunter memburunya, Kunkka juga sangat membenci Tide, karena setelah diusut, Tidehuntarlah yang sudah membangunkan atau memanggil Maelrawn untuk menghentikan pertarungan Kunkka dengan di The Demon off Cataract waktu itu.

Hal ini tentu saja membuat Kunkka sangat membenci Tidehunter, karena kejadian itu telah menewaskan seluruh pasukannya.

Tidehunter? more like dead hunter

I hear you’ve been calling me names behind my stern

Haduh, dendam banget nih kayaknya. Tetapi sepertinya, terkadang Kunkka juga ada rasa kasihan terhadap Tidehunter. Ini ditunjukkan dalam beberapa responnya saat membunuh Tidehunter.

Oh, I’ll never have another nemesis like Tidehunter

Ah, Tidehunter, you weren’t all bad

No one put up a fight like good old Tidehunter

Ah, nobody hated me like Tidehunter. He made me feel appreciated

Rasa kasihan itu muncul karena Kunkka menyadari mungkin ia juga melakukan kesalahan dengan mengusik keberadaan makhluk laut yang tenang. Di mana Tide juga pasti sebenarnya sama-sama menyukai lautan.

He loved the sea, Tidehunter did, and for that I cannot hate him

Ah, Tidehunter, you cared enough to hate me”

You can’t buy that sort of love

There went my soul mate

Nah, bagaimana kisah Kunkka sang Admiral ini, sepertinya sebagian besar cerita hero Dota 2 itu tragis, menyedihkan dan miris ya. Lama-lama jadi ikutan dark rasanya kalau cerita mengenai lore hero-hero Dota 2.

Leave a Comment